KEMAMPUAN PENGUASAAN KOSAKATA ANAK USIA 4-5 TAHUN DI TK BABUL JANNAH KAMPUNG TENGAH
DOI:
https://doi.org/10.00000/rzqsyb74Keywords:
storytelling, penguasaan kosa kata, bahasa lisan, anak usia diniAbstract
Penguasaan kosakata merupakan fondasi utama dalam perkembangan bahasa anak usia dini yang berperan penting dalam kemampuan berkomunikasi, berpikir, dan memahami lingkungan sekitar. Namun, dalam praktik pembelajaran di PAUD, masih banyak anak usia 4–5 tahun yang mengalami keterbatasan dalam penguasaan kosakata karena metode penyampaian yang kurang menarik. Salah satu pendekatan yang dinilai efektif dan menyenangkan adalah metode storytelling atau mendongeng. Storytelling menghadirkan pengalaman belajar yang interaktif, imajinatif, dan kontekstual, sehingga dapat meningkatkan keterlibatan anak secara emosional dan kognitif dalam memahami serta menyerap kata-kata baru. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh metode storytelling terhadap kemampuan penguasaan kosakata anak usia 4–5 tahun di PAUD Babul Jannah.Keadaan masalah lemahnya penguasaan kosakata dalam menjawab pertanyaan sederhana di usia 4-5 tahun di sekolah PAUD Babul Jannah menjadikan ketertarikan untuk di amati, dan menawarkan bentuk bercerita untuk membantu mengatasinya. Tujuan diadakan penelitian ini sebagai cara mendapatkan data dalam penguasaan kosakata anak dalam menjawab pertanyaan sederhana saat pembelajaran berlangsung di kelompok A dengan menggunakan metode bercerita. Metode yang digunakan yaitu dengan metode ekperimen dengan bentuk pre-ekperimen design, One group pretest-postest. Sampel yang dipiih adalah kelompok A dengan jumlah 18 anak. instrumen yang digunakan yaitu wawancara dan observasi dengan menggunakan skala rating sebagai pendukung dalam mendapatkan data pada penggunaan bercerita. Hasil penelitian menunjukan adanya pengaruh dalam metode bercerita untuk meningkatkan keterampilan berbicara anak. Dengan hasil rata-rata yaitu 81,3 yang tadinya pretest mempunyai rata-rata 55,8 Selain itu wawancara juga memiliki hasil data yang positif terhadap penggunaan metode ini. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terjadi peningkatan yang signifikan pada penguasaan kosakata anak setelah diberikan pembelajaran dengan metode storytelling. Anak-anak menjadi lebih aktif dalam berkomunikasi, mampu menyebutkan kata-kata baru yang sebelumnya belum dikenal, serta menunjukkan antusiasme dan keterlibatan selama proses pembelajaran. Hal ini menunjukkan bahwa storytelling memiliki efektivitas yang tinggi dalam menstimulasi perkembangan bahasa anak, karena memberikan pengalaman belajar yang menyenangkan, emosional, dan bermakna. Dengan demikian, metode ini sangat direkomendasikan untuk diterapkan secara rutin dalam kegiatan pembelajaran bahasa di PAUD, terutama dalam mengembangkan kemampuan berbahasa anak secara menyeluruh.
References
Anderson, R. C., Hiebert, E. H., Scott, J. A., & Wilkinson, I. A. G. (2001). Becoming a Nation of Readers: The Report of the Commission on Reading. National Institute of Education.
Brewster, J., Ellis, G., & Girard, D. (2014). The Primary English Teacher’s Guide (New Edition). Pearson Education.
Cameron, L. (2001). Teaching Languages to Young Learners. Cambridge University Press.
Creswell, J. W. (2014). Research Design: Qualitative, Quantitative, and Mixed Methods Approaches (4th ed.). SAGE Publications.
Isbell, R., Sobol, J., Lindauer, L., & Lowrance, A. (2004). The Effects of Storytelling and Story Reading on the Oral Language Complexity and Story Comprehension of Young Children. Early Childhood Education Journal, 32(3), 157–163.
Jalongo, M. R. (2004). Early Childhood Language Arts (4th ed.). Pearson Education.
Latif, Abdul. (2012). The Miracle of Story Telling. Jakarta: Zikrul Hakim. Madyawati, Lilis. (2016). Strategi Pengembangan Bahasa pada Anak. Jakarta: Prenadamedia Group.
Moeslichatoen, R. (2004). Metode Pengajaran di Taman Kanak-Kanak. Jakarta: PT Rineka Cipta.
Moleong, L. J. (2017). Metodologi Penelitian Kualitatif (Edisi Revisi). Bandung: Remaja Rosdakarya.
Musthafa, B. (2008). Learning English for Young Learners in Indonesia: Essential Requirements. In Educationist, 2(1), 44–54.
Nazir, M. (2011). Metode Penelitian. Jakarta: Ghalia Indonesia.
Oktaviani, R. (2020). Pengaruh Metode Storytelling Terhadap Kemampuan Bahasa Ekspresif Anak Usia Dini. Jurnal Obsesi: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 4(2), 450–459.
Roopnarine, J. L., & Johnson, J. E. (2005). Approaches to Early Childhood Education (4th ed.). Upper Saddle River: Pearson Merrill Prentice Hall.
Santrock, J. W. (2011). Life-Span Development (13th ed.). New York: McGraw-Hill.
Sujiono, Y. N. (2013). Konsep Dasar Pendidikan Anak Usia Dini. Jakarta: PT Indeks.
Vygotsky, L. S. (1978). Mind in Society: The Development of Higher Psychological Processes. Cambridge, MA: Harvard University Press.
Zuhriyah, M. (2018). Pengaruh Metode Mendongeng terhadap Kemampuan Berbahasa Anak. Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Anak Usia Dini, 5(1), 12–20.
Downloads
Published
Issue
Section
License

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
